h1

pelajaran dini jelly dari liang terangsang

November 20, 2006

saat itu aku masih saja perjaka. tante x sabar melatih diriku dan tampaknya prioritas dia adalah bagaimana memeras spermaku sebanyak-banyaknya disebabkan karena dia amat percaya bahwa cairan jantan itu bagus sebagai jamu awet muda.

bertahun kemudian setelah aku dewasa pahamlah aku bahwa selain ingin menguras spermaku, tante x menikmati peran sebagai guru sex, menjadi wanita yang mengajari, mengayomi dan memanjakan lelaki yang lebih muda sebagai bukti bahwa dirinya sebagai wanita matang masih punya pesona.

malam hari setelah kami bersantap dan menonton, tante x melepas celana dalamnya di dalam mobil. sebelum mobil beranjak meninggalkan parkiran tante x nyalakan lampu senter kecil yang diambil dari laci dashboard.

“lihat sayang,” katanya. celana dalam tipis putih itu basah kuyup. bukan hanya ada dua helai jembut menempel tetapi juga sesuatu yang asing yang tampak setelah kuamati dari dekat. ada benda putih bening serupa jelly. dari mana pikirku.

“ini jelly dari mana tante? kapan naroknya” tanyaku.

“dari sini sayang,” jawabnya, sambil mengoleskan jari basah ke mulut dan hidungku. jari itu barusan dia cabut dari pusat kewanitaannya.

“kok bisa tante?” tanyaku keheranan.

“ntar aku jelasin sayang. jilat dulu dong jelly ini,” katanya.

setelah tengok kanan-kiri dan aku pastikan tiada yang melihat maka celana dalam basah itu aku jilat, tepat pada bagian yang ada jelinya. asem asin asing, dan aku terangsang sekali.

“ntar di rumah nambah ya sayang,” kata tante.

selama perjalanan tante katakan bahwa saat subur kadang ada cairan kental yang bentuknya serupa jelly. itu bukan keputihan tapi wajar.

sampai di rumah aku segera mengoral tante. dia melayang ke angkasa nikmat. aku mengoral habis kemaluannya sambil mengocok. ketika menjelang muncrat aku berdiri, arahkan kontol ke wajah.

cukup dengan dua kocokan tante maniku langsung muncrat. mulut tante sudah siap, secara sigap menyambut mani hangat itu. malam itu maniku terperas habis, tapi aku masih perjaka karena hanya menyetubuhi mulut wanita

h1

seret lalu lancar

September 27, 2006

tak tega aku. sementara aku sendiri agak kesakitan. aku tahu oh tante indri sayang, kau sangat menginginkan. kau sangat berhasrat. tapi entah kenapa liangmu mengering tak banyak lendir pelicin. sangat seret. bikin lecet. sudah kucampur dengan liur tetap saja seret liangmu.

tak tega aku. gairahku jadi meredup. tapi aku tak kecewa. hanya kau yang kecewa campur sesal dan malu lalu uring-uringan.

“apa mungkin karena aku sudah tua, lalu kecapekan makanya cairan memekku jadi sedikit, sayang?”

aku memelukmu, menghiburmu, menenangkanmu. tiba-tiba aku merasa lebih dewasa dalam sekejap.

kita tidur. berpelukan sampai pagi. matahari terbit kita mandi bersama. persetubuhan pagi itu cairanmu kembali normal. deras. becek. penetrasiku lancar. oh nikmatnya. kau pun menikmatinya. kau remas putar pantatku menjelang aku ejakulasi. ketika saatku tiba maka liangmu menjadi super basah, super becek. ajaib sekali, kau bisa mengejar lagi, dan orgasme lagi.

pagi itu kudapatkan empat cupang darimu. satu di leher. kentara banget. baru seminggu bisa hilang.

h1

sensasi ejakulasi pada bulu ketiak

September 26, 2006

tetesan dan tumpahan maniku di rumput belukarmu yang kitari gerbang senggamamu itu sudah biasa.

tapi yang ini, oh tante indri! kau memang nakal dan pintar. kau tahu aku suka bulu ketiakmu. kau tahu aku tak jijik oleh ketiak itu bahkan amat terangsang. maka kau gesek-gesekkan batangku di hamparan jembut ketiak. sesekali kau jepit tititku dalam lipatan lembab yang berbulu. aku kegelian, agak perih, tapi nikmat.

akhirnya! aku muncratkan mani di kerimbunan itu. kental putih pekat lengket berdanau dalam pangkal lengan berjembut. antara jijik, geli dan puas terangsang bercampur jadi satu. apa lagi saat kau jilati ketiak yang basah oleh maniku itu. aku agak ngeri melihatnya tapi sekaligus bergairah.

inilah yang disebut sensasi. sekian rasa dan kesan bercampur aduk.

h1

tetesan beningku adalah permatamu

September 26, 2006

ah tante indri, kau memang penuh sensasi. ada kalanya kau kocok aku, kau mainkan, kau jilat, kau hisap agar tetesan pertamaku yang bening itu segera keluar, tepat diujungnya lidahmu. tidak ada rasanya, katamu. tapi seperti dapatkan sebutir permata, katamu.

aku pernah menggodamu apakah itu sebentuk nostalgia kala kau remaja atau kuliah setiap petting dengan pacarmu pasti dia teteskan pembuka sebelum mani kental putih keluar?

ah kau mencubitku. menciumku. mau tau aja, katamu. sesekali kau gemasi adik kecilku sehingga aku mengaduh nikmat pura-pura kesakitan sampai… arghhhh… mani kental putih panas itu muncrat di dalam kulumanmu. tersedot habis cairan kejantananku sampai batangku terkulai malu…

h1

mati angin, mati nafsu, bukan impotensi karena masih bisa ereksi

September 24, 2006

sekarang aku tahu itu bukan impotensi. nafsu berahi habis, burung tak tagihkan kocokan. itu yang dulu kualami setelah hampir dua minggu diperam tante melani.

seminggu lebih atau mungkin malah hampir dua minggu aku seperti muak terhadap sex. bosan. tak ingin lihat dvd porno. tak mau buka adult websites. kalaupun ada yang tampak oleh mata di dunia maya maupun nyata itu hanyalah serapan akan keindahan.

sama seperti melihat banyak wanita berbikini di kolam renang dan pantai. indah tapi tidak merangsang. sama seperti melihat backless dress dengan v-neck dalam saat resepsi. sangat indah tapi tak menggerakkan titit untuk ereksi. semuanya hanya hamparan keindahan di tempat umum. hanya lelaki terkungkung dan jarang lihat wanita sexy yang nafsunya langsung bangkit lalu tititnya ngaceng pol…

saat itu, manakala mengalami mati nafsu, aku sempat takut kalau-kalau aku impoten dan tidak doyan sex lagi. semakin aku gelisah dan takut maka semakin menjadi kebigunganku. kupaksakan onani tidak bisa ereksi. tiada rasa nikmat, hanya beroleh kocokan batang lesu berdaging lunak. aku sempat sebal kepada burungku.

tengah malam dan pagi dalam tidur aku memang ngaceng tapi bukan karena mimpi erotis. ngaceng karena ngaceng tanpa alasan, tiada kehendak bersetubuh untuk menikmati wanita.

saat mana terbangun kucoba mengocok sambil bayangkan adegan erotis, ah tidak bisa. ada rasa tak nyaman. aku teringat semua tante yang pernah aku layani, bahwasanya ngaceng saat tidur itu memang bisa diajak bersetubuh atau tepatnya wanita menyetubuhi pria, tapi tiada kenikmatan.

aku memang bajingan. pernah berpura-pura nikmat padahal pikiranku entah kemana bahkan kadang ngantuk sementara tante ini dan itu menindihku dalam bersetubuh, mendaki menuju puncak tapi aku sendiri tak menyusul ke orgasme. persetubuhan berakhir tanpa ejakulasi mani padahal wanita butuh sensasi semburan sperma hangat, dengan itulah kepercayaan dirinya terjaga bahwasanya pesonanya belum padam dan masih dapat puaskan pria, utamanya pria yang lebih muda.

ketika pertama kualami mati nasfu itu aku gundah, tapi setelahnya aku bisa menerima karena hidup ini memang silih berganti, ada kalanya libido meninggi tak terbendung menuntut penuntasan liar tapi lain kali berahi redup.

ada kalanya sex dan persetubuhan bisa membosankan meskipun pasangan kita cantik sexy dengan nafsu meluap….

hikmah itu aku petik belakangan. adakah wanita dewasa yang lajang kesepian memahami itu semua, bahwa lelaki bukan hanya penis, ereksi dan ejakulasi?

h1

bercumbu @ bioskop twenty one

September 23, 2006

dengan segala anehnya tante melani memang menggairahkan. ada saja idenya. tanpa rencana sehabis lunch kami ke bioskop. apa filmnya tidak penting pokoknya tante ingin pacaran di tempat gelap dan rasain sensasi deg-degan kepergok.

di situlah aku tahu bahwa tante itu ada unsur exhibitionism. mulanya kami duduk di baris belakang agak tengah, maksud tante supaya terlihat oleh gadis2 penjaga twenty one. tentunya aku malu. tapi tante kadung horny, lepaskan kancing blouse hitam you can see. karena kulitnya tante itu putih maka dalam keremangan pastilah mbak-mbak penjaga twenty one melihat bahwa tante mulai hot. apalagi mini skirt tante mulai tersibak sehingga kaki dan paha putihnya yang terangkat itu tampak dalam kegelapan. kami sempat berciuman lama sebelum aku ajak pindah ke pojok karena malu.

tidak ada persetubuhan di bioskop karena tempat sempit padahal tante terlanjur bayangkan penetrasi selagi dipangku. untuk mengoralnya juga susah. tapi petting gila-gilaan bisa membuatnya orgasme. aku bisa ciumi susu dan ketiaknya. dia duduk mengangngkang angkat paha sehingga tanganku dan tangannya bisa bekerja sama memainkan kemaluannya…

tanpa melepas baju tapi cuma buka kancing, tante bisa melepas bra. tentunya aku bantu. celana dalam tante juga sudah dilepas sejak tadi sebelum masuk bioskop. tante melepasnya di toilet.

yang paling gila adalah ini. tante mengocokku terus-terusan. bunyi gelangnya sempat mengganggu tapi akhirnya dia lepaskan. ahhh aku sampai muncrat dalam bioskop! maniku membasahi kursi depan.

siang itu yang nonton dikit hanya belasan orang makanya kami leluasa. ketika film belum selesai kami pulang. mbak-mbak penjaga twenty one ngeliatin terus dan saling berbisik. mereka terbiasa melihat dalam gelap, pastilah tahu ada pasangan bercumbu.

tapi mereka tidak tahu ada bra dan thong sengaja ditinggalkan di kursi, menemani cipratan mani. thong itu dikeluarin tante dari tasnya waktu kami bercumbu untuk diciumi bergantian dan akhirnya buat lap spermaku.

tante puas bisa ngerjain wanita lain dalam hal ini penjaga twenty one padahal dia tidak ada masalah pribadi dengan mereka karena kenal pun tidak lah. tante butuh tunjukkan bahwa celana dalam dan bra yang ketinggalan itu memang milik seorang wanita yang bercumbu dengan kekasihnya, bukan milik pria yang onani sendirian dalam bioskop. aneh sekali bukan?

twenty one gajah mada plaza sudah tutup. tapi kalau kalian pernah dengar ditemukan celana dalam, bra dan ceceran sperma itu berarti dari kami.

h1

ketiak basah wanita

September 23, 2006

apakah daku seorang fetishist? kurasa bukan. aku masih dalam batas normal. hanya dan jika ketiak itu bersih berkilat milik wanita putih ramping cantik muda yang kusuka lagi pula baunya cocok maka aku suka.

semua tante di sini aku sukai bau ketiaknya terutama manakala sedang basah oleh peluh saat bercinta. aroma alami yang hmmmmm nikmat sekali, membuatku menyala-nyala saat menciumi dan menjilati sehingga akhirnya dik kecilku berdiri tegak gagak untuk beri hormat secara menyusup ke dalam liang basah yang rindu mendamba.

bau masing-masing tante berbeda-beda. dalam terpejam misalkan mereka dibariskan aku dapatkenali bau siapa saja. demikian pula bau payudara dan bau vaginanya.

kalau tante indri yang ketiaknya yang berjembut lebat lurus ahhh… aroma dan sensasinya memanglah amat luar biasa sekali! tapi melihat wanita lain yang ketiaknya rimbun maupun jembutnya lebat bisa saja aku pingsan karena ngeri dan jijik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.