tante sibak dengan jemarinya sendiri. terkuak lebar. liang basah. memerah. ternyata dindingnya tidak halus rata tapi bergelombang. semua memek begitu kata tante x. itu yang bikin titit dapat kenikmatan kata tante x.
Arsip untuk Agustus, 2006

pelajaran dini dinding lorong senggama
Agustus 31, 2006
pelajaran dini kenali kemaluan wanita
Agustus 30, 2006tante x! oh luar biasa. aku bawa apa yang dia berikan pekan lalu. kumpulan the best shot hustler dan penthouse black label yang dikirimi temannya dari australia. ada 10 majalah. sebagian besar berupa pose tunggal. sisanya adegan persetubuhan.
yang kusuka adalah halaman berisi close up. tante x tunjukkan padaku, ajarkan tentang pesona kemaluan wanita. dari halaman-halaman majalah dan dari tubuhnya sendiri.
yang penting yang aku akhirnya tahu adalah letak kelentit dan lubang kencing.
halaman-halaman majalah tampilkan gambar cantik dengan kelentit bermacam ukuran dan warna tapi ternyata bilamana teliti juga tampakkan saluran kencing dalam memek perempuan
majalah aku letakkan. diranjang seprei putih pagi itu aku dapatkan buku terbuka tentang kemaluan wanita. tante x melepas penuh celana dalamnya. aku pelajari kemaluannya yang kemarin dia cukur habis jembutnya. aku hafalkan bentuk dan isi kemaluannya. dengan mataku, hidungku, bibirku, lidahku, jariku.
pelan menjalar. lembut. mataku hidungku bibirku lidahku jariku terus menghafal. ahhh cairan bening menetes dari tititku. jari lentik tante x tuntaskan tetesan jadi semburan. di bibir, lidah dan pipinya. tapi aku masih perjaka. belum dia setubuhi.

pelajaran dini aroma tubuh wanita
Agustus 29, 2006oh nikmatnya. tak kusangka tubuh wanita dalam gerah birahinya dapat keluarkan aroma alami yang membakar gairah.
tante x sangat tahu akan hal itu. dibimbingnya aku menciumi ketiaknya lalu susunya terutama dilipatan. dibimbingkanya aku ciumi pinggang dan pinggul dan selangkangan. bau tiap area itu beda beda tapi sangatlah merangsang.
manakala aku kembali menikmati bau susu dan ketiaknya yang berkilat, dalam rebah bersama diranjang itu jemari lentiknya mengocok batang perjakaku. dalam sekejap aku sudah muncrat. dalam mulutnya. tapi aku masih tetap perjaka!

pelajaran dini 69 kuras isi
Agustus 28, 2006malamnya tante ajari aku 69 setelah sebelumnya dia ajari aku mengoral kemaluannya yang indah mempesona.
dalam 69 ditempat terang kulihat gerak ototnya pinggul dan memeknya yang luar biasa. tiba-tiba sedotan tante menguat.aku tak tahan. kejantananku mengalir deras dalam kulumannya.
tak kulihat apa yang terjadi karena aku sibuk menjilati memeknya yang membanjir cairan bening tiada henti.

pelajaran dini satu hentakan
Agustus 28, 2006ku ingat ini. kami sama-sama telanjang. berciuman, berpelukan, lalu aku dia rebahkan diatas sofa.
belum pernah aku telanjang bareng perempuan. tante x mengajakku. mencumbuku.
dia raba dan elus batangku. tiba-tiba dia hentak. cukup tiga kali kocokan kilat aku sudah muncrat. tante x sudah siap. mulutnya langsung menyergap batangku. dia kulum sedot semua cairanku.

pertunjukan tante x
Agustus 28, 2006yang kutunggu tiba. dari bilik kecil panel listrik sebelah gudang aku intip tante x mengajari anak buah senam sex.
biasanya ini pelajaran extra seteah semua bubar. hanya untuk kalangan terbatas. pesertanya para gundik dan pelacur itu. mama tak pernah mau campur tangan.
belasan orang melingkar. tante x tunjukkan atraksi memainkan otot pinggul. mereka menahan diri agar supaya tidak cekikikan.
tante x terlentang, kangkang, otot sekitar perut bisa berputar. lainnya meniru.
tante x nungging, lipatan bodytightnya bisa mengerut tertarik kedalam lipatan pantat oleh tarikan otot. lainnya meniru. banyak yang belum lancar.
yang dahsyat akhirnya tiba. di tempat loker. aku harus memutar ke lubang angin pake ladder A. tante x telanjang, masukkan kapul wadah kunci yang sudah dibasahi ludah ke liangnya lantas digerak-gerakkan. ya terlentang, ya nungging, bahkan berdiri satu kaki sementara kaki lain diangkat. kapsul kunci tidak jatuh.
“laki gue bisa muncrat liat ginian,” kata tante cantik genit.
“laki gue juga. makanya gue mau belajar,” kata tante bekas model.
aku ngaceng. tapi aku tahan. malamnya aku onani. paginya juga.

kuberi nikmat liangmu dengan mulutku
Agustus 26, 2006>>> lanjutan dari sebelumnya
kau terengah mengangkang. pusatmu memerah basah berkilat. pelan kukecupkan bibirku ke mulut gua. ohh basah ohh aroma.
jemarimu sibakkan bibir kemaluan yang menebal. kau raih kepalaku. kutusukkan hidungku diantara celah bibur terkuak. basah sekali. kuangkat hidungku serempetkan itilmu. kau tergetar menggelinjang.
lidahku menyusul. menyapa kelentit manja. mengelus pelan, akhirnya lidahku menari-nari di atas kelentit cantik yang bengkak oleh rangsangan. kelentit sebesar kacang merah untuk sup.
kau terus memegangi kepalaku. menarik memutar menempelkan kememekmu. aku tahu siapa yang lebih berperan. lidahku? bibirku? hidungku. kurasakan smeuanya basah. kau terus mendesah. panggil namaku. pujikan kejantananku. teriakkan alat kelaminku.
kusapu rata seluruh permukaan memekmu. lidahku aku luruskan berusaha menyeruak sedalam-dalamnya kedalam liang memek panas.
tiba-tiba semburan asin asam manis bening encer mengenai mulutku. kau menjerit. orgasme pertamamu telah tiba. kau teriakkan namaku, kau panggil kemaluanku.
tanganmu tarik kepalaku kau jepit dengan pahamu. paha yang basah oleh peluh. aku tahu seperti biasanya tubuhmu pasti berkilat oleh keringat betina beraroma khas.
kau membungkuk memelukku. napasmu masih memburu. aku tetap ngaceng. tak tahan untuk menyetubuhi semua lubang tubuhmu yang cukup dimasuki kontol keras.

memangkumu didepan cermin, setubuhi dari belakang
Agustus 25, 2006aku telanjang. dari tadi. memangku tubuhmu oh tante indriku. kuseret kursi kedepan cermin. thong masih membalut pusat kewanitaanmu. bra hitam tipis masih terpasang kancingnya. aku tahu. aku tahu. aku tahu. kau ingin segera aku telanjangi. tapi tidak. aku ingin lebih lama mencumbumu. untuk bakar nafsumu. juga nafsuku.
kita sama-sama menghadap kecermin. kau tak mau terpejam. ingin melihat tayangan permainan kita berdua dikaca pantul.
kau selalu bergerak. ingin bikin pas liangmu agar tersentuh batangku. kau sibak tali thong dipantat. ada gesekan. kurasakan liangmu basah.
kau ingin membungkuk agar supaya lubangmu terangkat dengan begitu batangku tinggal mendongkrak siap menembus lubang vagina matangmu yang ketagihan pejantan.
tapi aku dengan lembut menahanmu. kuciumi punggungmu dan tengkukmu lalu telingamu. kubisikkan kerinduanku. kupujikan pesonamu sebagai wanita matang merangsang. kau sebut aku lelaki idaman para wanita matang yang sudah bosan onani dimalam sepi.
tanganku merabai payudaramu. mainkan putingmu. elus pijit tarik dengan lembut. remas lembut gumpalan susu. aku keluarkan bongkah kenyal dari bra. kulepas kancing bra. tapi aku tak mau menanggalkannya. kau semakin tak sabar. mendesah melenguh. bisikkan rindu betina yang tiga bulan tidak bersetubuh.
masih memangkumu kuangkat lenganmu. kususupkan wajahku untuk ciumi bulu ketiak yang indah itu. aku suka lebatnya. aku suka aromanya. kanan kiri bergantian ketiakmu kugarap. kau kegelian nikmat. kujilat basah kau menggelinjang. tanganku kian nakal memainkan susu dan putingmu.
kau makin tak sabar. makin terangsang. kau angkat kaki kiri lepaskan sebelah thong. lalu dalam pangkuanku masih hadap cermin kau kangkang. oh indahnya! memek matang merah basah dengan jembut lebat. pesona jawa! pesona betina pribumi dibakar birahi.
kubsikkan padamu aku ingin mengoral memekmu. nggak usah katamu.
“aku mau tante…” bisikku
“nggak usah sayang. aku udah nggak tahan…” katamu
“aku pengin rasain cairanmu. tadi belum puas…”
“nggak usah. uh kamu nakaaaallll…”
“aku kangen sama itilmu, pengin kulum…”
“nggak usahhhhhhhhhhhhh… ihhhh kamu kejam, sayang. aku sudah tak tahan…”
tanganku menggarap memekmu. membelai jembut kuyup. mengelus kelentit keras kencang. menyibak bibir kemaluan basah. jariku menyusup kedalam liang yang banjir cairan nafsu betina.
tanganmu memegangi tanganku. kau gunakan untuk masturbasi. pingulmu terangkat. aku terus menciumi ketiakmu yang berbulu. satu tangan lain memainkan susumu. kau semakin tak tahan.
“kontol jahaaaaatttttttttttttttttt! jangan pelit! memekku rindu! mana kontolmu! kontolllllllllllllllllllllll!” kau berteriak tertahan.
kau ambil inisiatif. angkat pinggul, berdiri, turunkan pinggul. aku memegangi batangku. tepat sasaran. langsung masuk begitu pinggulmu mendarat. pol. tanganmu menggarap itilmu sendiri agar rangsangan terus meningkat.
“ahhhhhhhhhhhhhhh ini yang namanya nikmat sayang. aku kangen kontol. kamu tahu kan aku suka kon-tol! konnnnnnnnnnnnnnnnnn… tollllllllllllllllllllll!”
kau terus bergerak liar. sesekali kontol tercabut karena gerakanmu karena liangmu terlalu licin oleh banjir lendirmu sendiri.
“aku mau nguras memekmu tante… boleh kan? pake mulut…”
“cepaatttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt. minum cairan memekku sayang. ayohhhhhhh. jilatin itilku. masukin lidahmu ke saluran memekku! ayo! memekku nggak tahan! makanlah memekku sayang. memekku! memekkkkkkkkkkk!!!!”
kau turun dari pangkuan. duduk kangkang di kursi. aku membungkuk didepanmu.
kulakukan apa yang aku ingin. apa yang kau ingin.

didepan cermin bersama tante indri
Agustus 23, 2006aku suka percumbuan seperti ini. kau juga.
memelukmu yang dibakar nafsu dari belakang didepan cermin. menciumi punnggung mulusmu dan pinggangmu.
dalam jongkokku aku kecup jilat pantatmu yang dibalut thong hitam terawang. kadang lidahku nyusup kecelahnya thong untuk menyapa kehangatan lembab disitu dan kau oughhhh selalu membungkukkan badan agar aku mencapainya
memelukmu yang mendidih berahi dari belakang. aku berdiri, menciumi tengkuk dan lehermu.
jari dan telapak tanganku merabai puting gelap dan susumu yang membola yang masih terbungkus bra hitam tipis tembus pandang. sesekali kutarik lembut putingmu yang mengeras. kau mengaduh nikmat.
memelukmu dari belakang aku sudah telanjang. batangku mendorong-dorong pantat dan pinggangmu.
kau terpejam lalu terbelalak tak bisa diam. selalu mencoba arahkan tanganku kebawah pusar untuk membelai hutan lebat yang terbungkus thong, mencari muliut gua basah banjir, memijit bel pintu berupa kacang mengeras bernama itil.
tapi aku masih menahan diri. masih ingin memanggang nafsumu. sekalian membakar nafsku. menyelinap dibawah lenganmu, masih aku memelukmu dari belakang, menciumi ketiakmu yang berbulu lebat.
kau mendesah. mengaduh. makin basah. makin terangsang kala kau tatap cermin yang panulkan adegan kita.
“tititmu sayang. tititmu. aku rindu,” bisikmu
aku terus menciumi jilati ketiak lebatmu. tanganku memaikan payudaramu yang sudah keluar dari sangkar tipis. selalu begitu tapi kita tak pernah bosan.
“tititmu sayang. tititmu. berikan buatku…” hanya itu yang selalu dapat kau desahkan.
aku terus mencumbumu. ulang dari awal. dari ciuman kecupan jilatan dipunggungmu. dan seterusnyalah.
“memekku sayang, memekku. rindu banget,” akhirnya itu yang kau ucapkan.
kutunggu dari tadi isyarat itu. penetrasi tak lama lagi. tapi aku ingin menundanya. aku masih ingin mencumbumu lebih lama dan menghanyutkan. sampai cairan kewanitaanmu tumpah menerobos thong….