Arsip untuk September 13th, 2006

h1

jadi bayi

September 13, 2006

kamar putih. seprei putih. lingerie putih. kulit putih. dalam telanjang aku kau dekap. kau biarkan aku menyusu pelan putingmu yang merah. kau membelai rambutku. tanganmu menangkup burungku. hangat terasa. tanpa ereksi aku sudah merasakan kenikmatan. aku antara ingin dan tak ingin bersetubuh. tapi kau oleskan ujung jari tengahmu ke hidungku. jari basah oleh agar-agar sedap yang keluar dari liang perempuan merindukan senggama. dalam kelembutanmu ada kenakalan: kau taruh sehelai jembutmu di pipiku. oh tante nie!

h1

getar kejang gelinjang pertama

September 13, 2006

takkan kulupakan ini oh tante nie. saat mana aku kali pertama mencumbumu dalam ketelanjangan. kau rebah di sofa panjang, aku berlutut di samping. menciumi kakimu dan pahamu dengan lembut.

kau kegelian sekaligus malu, tubuhmu jadi kaku seperti kejang. telapak kirimu menutupi kemaluan, tangan satunya mencoba menutupi payudara. aku tak memaksa. pelan bertahap mengikuti kesiapanmu.

tapi tubuhmu tak dapat menipu kita. pori-porimu melebar. otot pinggulmu berkeletakan tanda terangsang. kakimu yang rapat kaku akhirnya lebih relax meskipun tak mengurai.

kuciumi pusarmu kau kegelian, menggelinjang, tangan kirimu lepaskan dari payudara. dua bukit mungil kencang itu mengeras putingnya. dengan hidung kugesek puting itu bergantian. makin mengeras lalu aku kecup lembut.

sambil mencumbu lembut payudaramu tanpa basah lidah tanganku menggerakkan telapak kirimu yang menutupi segitiga di bawah pusar. pelan kugeser-geser. memutar-mutar lembut. bunyi keletek otot pinggul makin keras. jariku menyusup ke jemarimu. sedikit dan sebentar kurasakan bulu-bulu kemaluanmu.

tanganku melepaskan diri dari tuntunan. telapakmu terus bergerak pelan, bergeser-geser di atas permukaan kemaluan. pahamu mulai terentang sedikit. lututmu juga terangkat sedikit.

tanganmu kutahan diam. telapakmu tak rapatkan jari lagi tapi masih menutupi kewanitaanmu. kuciumi jemari dan punggung telapakmu. hidungku menggesek helai jembutmu yang menerobos keluar jemari. tercium olehku aroma lendir bening wanita dewasa yang sudah menagih.

tubuhmu tak lagi kaku. kakimu mulai terurai. tapi aku cukup sabar. hanya bermain-main dengan jarimu yang menutupi meki cantik. kau mendesah. jemarimu makin merenggang. kau ingin aku menciumi bibir memek dan itilmu kan, tante sayang? tapi tak kau katakan. bahasa tubuhmu yang menyatakan….

akhirnya kau angkat telapakmu dari penutupan memek. wow! terbuka sudah.

belum sempat aku berlama-lama menikmati pemandangan untuk mempelajari lebih jauh kau sudah meraih kepalaku, tempelkan mukaku ke pangkal pahamu. aku senang, kau jujur terhadap naluri kebetinaanmu. wanita normal dimanapun selalu ingin dioral…