Arsip untuk September 14th, 2006

h1

mataku ditutup

September 14, 2006

ah tante melani! ada saja yang dia perbuat. mataku ditutup dengan scarf. aku ditelanjangi. dia suruh aku telentang sambil permainkan batangku. “awas kalo muncrat!” ancamnya secara pura-pura. aku tak dapat melihat apa yang dia perbuat. cuma membayangkan saja karena aku denger suara gerak tubuhnya.

“ini, ayo jilat, telan!” katanya. hidungku segera mengenali bau celana dalamnya. kujulurkan lidah. kain katun menempel di sana. basah. kental. sangat kental. itulah agar-agar bening yang keluar dari kewanitaannya. aku sudah hafal. kujilat agar-agar itu.

“abisin sisanya sayang!” katanya. mendadak aku gelagapan. hampir susah bernapas. dia tumpangkan pusat kewanitaannya yang lembab dan berbau merangsang ke wajahku. sisa agar-agar ada di sana. dalam liang. aku harus mengurasnya. ikatan penutup mata aku buka.

yang terjadi kemudian adalah 69 yang dahsyat. dia meraih orgasme beberapa kali. malam itu tak ada persetubuhan. spermaku terkuras dalam isapan dan kulumannya.

h1

cermin itu

September 14, 2006

selalu dan selalu. kau menyukai cermin tinggi seberdiri orang. kamar hotel seperti itulah yang selalu kau pesan. agar kita dapat berkaca saat bercumbu.

selalu dan selalu. kau masih memakai thong hitam model belah yang kalau buat kangkang langsung perlihatkan memek manis berjembut lebat, kau masih memakai bra tipis yang tunjukkan puting mengeras, sementara aku kau haruskan telanjang.

aku telanjang. memelukmu dari belakang. mencumbumu. jelajahi punggungmu dan pantatmu dengamn ciuman. meremas pelan susumu sambil menciumi bulu ketiakmu yang menghutan belantara.

saat itu batang lurusku mendorong pantatmu, mencari celah. kau juga terus bergerak agar ada celah. jarimu menyibak tali thong. ujung burungku menyapa sarang yang basah lembab oleh banjir lendir betina.

tapi kali itu maniku menetes. tak tahan. maafkan aku tante indri…

h1

jerawat menjelang datang bulan

September 14, 2006

hmmmm jerawat di dagu itu. mengusik kebeningan wajah bersihmu. tapi aku tahu dan itu kau katakan, sebentar lagi tamu bulanan akan tiba. ah bukan bulanan katamu karena tak datang rutin sehingga menimbulkan penantian, tapi manakala sudah menjelang ah… kau jadi manja uring-uringan dan… horny sekali!

di kamar serba putih kita bercinta lembut. tiga kali sampai aku terperas habis, dari malam sampai pagi.

siangnya kau dapatkan tamu. lega, katamu. bulan depan belum tentu dapat, katamu.  tapi yang penting gairah selalu ada, kataku. auhhh kau menggigitku. entah kenapa aku senang sekali meskipun sakit dan gigitan itu tinggalkan jejak gigi di dada.

tante nie, aku takut pada diriku, ada hatiku. apakah aku sudah mencintaimu…?