Arsip untuk September 15th, 2006

h1

aku impoten!

September 15, 2006

aku impoten!

hilang nafsuku. dikulum dijepit tetap saja terkulai. diajak nonton dvd tetap saja tak beranjak bangun. nafsuku ada di otak danhati, bukan di selonjor daging penyemprot cairan.

aku telah tersinggung dan terhina. mood melayang. nafsu meredup. tante melani tak mau tahu. mencoba segala cara. nihil. hasilnya dia uring-uringan. mencoba menelepon gigolo dari daftar di koran, tapi aku tahu itu memanasiku karena dia tidak berniat begitu.

aku mau pulang tapi dia tahan. dalam sedih dan jengkel akhirnya aku bisa tidur. menjelang pagi kudengar suara tv penuh desah. tante melani menikmati tayangan dvd sambil memuaskan diri sendiri. barang yang lama dia simpan, dibeli di luar negeri, saat belum mengenal daku, akhirnya dia keluarkan lagi. etah dildo atau vibrator namanya. ada tiga macam. semua baterry operated. salah satunya bercabang dua, untuk masuk ke vagina sekaligus anus.

aku bangun siang. lalu mandi dan pamitan. dia berubah jadi melani yang manis, meminta maaf sambil menangis. tapi aku mau pulang. p-u-l-a-n-g.
belum sembuh luka hati. dia perlakukan aku sebagai pelacur dengan iming-iming duit segulung yang disumpalkan di mulut, lalu ada janji akan dibelikan handphone idaman asal kulakukan apa yang dia perintahkan tapi amat sangat mengerikan dan menjijikkan bagiku.

tak kulupakan ini: “kamu itu lonte lanang, gigolo, brondong bayaran, kontol sewaan, jualan sperma muncrat. harus nurutin mauku! h.a.r.u.s! tau!?”

dalam puncak gairahnya dia kadang amat aneh dan mengerikan.

h1

adu cupang

September 15, 2006

tante wiwi ada aja. suatu kali dia ajak aku bertukar cupang tapi nggak boleh di tempat yang kelihatan orang. aku kalah. cuma bisa kasih dia 12 cupang, tapi dia bisa kasih aku 28 cupang. meskipun begitu secara kualitas cupangku lebih bagus. ada 8 cupang yang membekas kuat sampai biru. ada 2 di susu kiri, 3 di susu kanan, 1 di pantat, 2 di pangkal paha mengapit vulva dan tampak jelas banget karena saat itu jembutnya tante wiwi habis dicukur gundul.

h1

dera

September 15, 2006

gairahmu! kejalanganmu! oh tante melani. apakah ini semata dorongan berahi atau ditambah nafsu setani.

kau ikat tanganku dengan celan dalamku yang kau robek pakai gunting di susut ranjang. bagian berlendir celanamu kau oleskan ke bibirku lalu kau sumpalkan thong hitam itu. kau cabuti beberapa helai jembutku dengan gemas dan menahan sakit lalu kau minta tanganku yang tak terikat menjepit dengan jari.

“kamu jelek! kamu gigolo! kamu brondong! kontolmu payah!” katamu sambil memainkan zakarku.

“ayo tiruin anak bengal! kamu jelek, kamu gigolo, kamu brondong, kontolmu payah!” katamu sambil menduduki tubuhku, gunakan batang tegakku untuk mengonani vulvamu.

“aku bengal, aku jelek tante, aku gigolo, aku brondong, kontolku payah tante!” kuulangi berkali-kali. dikau semakin bernafsu gesekkan memekmu ke tititku tapi tidak sampai masuk. kurasakan memekmu membanjir.

akhirnya kau tak tahan. bles! batangku melesak ke dalam liangmu. kau bergerak cepat. maju. mundur. memutar. naik. turun. sambil mencakariku (tapi tak dalam). menjambakku (uh sungguhan). meludahiku dua kali di dadaku. hamburkan semua kata jorok. menyebutku sebagai lonte laki berkontol busuk.

bergerak terus bergerak dirimu. lalu datanglah puncakmu. kau tampar aku penuh kegemasan. lalu kau mencekikku sebentar meskipun tak sepenuh tenaga.

aku sakit. menderita. tak tahan. tak tahu apa yang terjadi. berharap badai segera reda.

ketika percumbuan usai dan batangku melemas tanpa bisa ejakulasi, kau berubah jadi wanita lemah. menangis meminta maaf untuk semua yang barusan kau lakukan. kau minta aku membalasmu, tapi aku tak mau. lagi pula nafsuku sudah layu.

nafsu liarmu dan kekerasanmu kadang membuatku bingung dan ngeri. oh tante melani.