Arsip untuk September 19th, 2006

h1

pelajaran dini latih ereksi dan kontrol nafsu

September 19, 2006

aku masih perjaka. ejakulasiku adalah dalam kocokan jilatan dan kuluman tante x. bukan dalam bersenggama.

“entar kalo sudah saatnya sayangku, tititmu boleh masuk ke memeknya tante,” katanya sambil mencubit daguku.

sabtu tengah malam di rumahnya kami nonton dvd bareng. aku sangat terangsang. selama menonton kami juga berciuman dan berpelukan. akhirnya kami sama-sama telanjang.

tante melatih aku atur tempo. aku dimintanya ngocok titit sambil menciumi ketiaknya, susunya, jembutnya, jembutnya, memeknya, itilnya.

“pelan saja sayang ngocoknya. nah gitu kadang kamu elus. begitu tegang banget kamu biarin aja. auhhh kamu pinter, nah gitu terusin jilat isep memekku,” katanya sambil tumpangkan satu kaki di atas sandaran sofa, sementara aku duduk nyender sambil mengoralnya.

sesuai anjurannya tanganku aku lepas. kocokan dan elusan aku stop. tapi nafsuku terus merambat. dia juga makin menanjak karena aku oral gila-gilaan. apalagi tangannya juga aktif, mainkan susu sendiri dan sesekali merabai kelentit dan bibirnya yang lagi oral.

“anak ganteng, jangan bayangin bersetubuh dulu supaya kamu nggak muncrat. nah gitu terus jilat, jilat, iya jilat itilku, bagus. kamu bayangin sesuatu yang indah, misalnya terbang di awan, jangan bayangan making love,” katanya.

ini latihan kedua. aku tidak bocor atau muncrat. dalam waktu yang cukup lama.

ketika tante x sudah dapatkan beberapa kali orgasme maka dia minta aku ngocok tititku secara sungguh-sungguh. dia berdiri, seperti striptease, mainkan susu dan memek, jilatin ketiak, kadang nungging, dan semua gerakan yang merangsang.

“kalo mau muncrat bilang ya sayang,” katanya.

sepuluh kocokan berikutnya aku tak tahan. “tante! mau keluar!”

dia hentikan striptease. membungkuk, menyambar tititku lalu dikocok. dalam lima hentakan aku mengejang, tahu-tahu tititku sudah tergenggam oleh mulutnya. aku ejakulasi. maninya dia minum. katanya untuk obat awet muda.

dia berjanji setelah dirinya 20 kali minum cairan perjaka nanti akan aku boleh menyetubuhinya.

mengapa harus dua puluh aku tidak tahu. tiba-tiba aku teringat kata nyokap bahwasanya tante x suka ke paranorma, suhu terkenal di pancoran kota.

tiba-tiba aku takut. membayangkan paranormal, penasehat spiritual, magic, dan lainnya yang mengerikan. tapi dia masih lahap, terus menyedot maniku sampai tititku terkulai.

waktu mau pulang aku bertanya apakah angka 20 itu dari dukun, dia tertawa geli. dia paham maksudku. “aku ke suhu itu buat akupunktir kecantikan. dia bukan dukun yang aneh-aneh syaratnya.”

angka 20 itu katanya angka pribadi untuk betul-betul kenyang nikmati cairan perjaka. aku lega. tapi tak sabar ingin mencapai muncratan ke 20 itu.

kupatuhi pesannya agar di rumah aku tidak onani agar biar maniku selalu bagus waktu diminum. tapi malam hari aku sering basah, mimpi bersetubuh dengan tante x. apa lagi kalau aku tidur sambil menciumi baju senam tante x.

h1

bukan pektay

September 19, 2006

tante wiwi belum sempat ganti celana dalam. biasanya kalau mau kencan sama aku dia ganti underwear. tapi kali itu pertemuan mendadak, mumpung sama-sama bisa. di kamar hotel dia malu waktu aku telajangi sambil aku cumbu.

“aku belum ganti celana bersih,” katanya.

“nggak papa tante sayang,” kataku.

“malu ah!” katanya, sambil merapatkan paha. padahal dia sudah mulai terangsang.

inilah penyebabnya. tante wiwi lagi banyak lendir. bening encer tidak berbau, tidak bikin gatal. celana dalam putih itu kuyup air memek padahal dia belum terangsang pol.

“aku lupa pasang pembalut,” katanya.

“maaf tante, tapi itu bukan keputihan kan?”

dia melotot pura-pura marah, “nggak! enak aja!”

lalu telapaknya menyusup ke selangkangan. ketika dicabut sudah basah mengkilap, lantas telapak itu dia jilatin sendiri, kemudian dia ambil cairan lagi dari memeknya untuk diusapkan ke hidung dan bibirku. sedap, karena itu bukan pektay dari vagina jamuran. itu yang namanya cunt juice sejati. segar asin asem tidak beracun.

h1

pesona kacang besar

September 19, 2006

uh! tante wiwi gioklan! kelentitnya gede banget! memang ukuran kelentit tidaklah tentukan besar atau kecilnya nafsu setiap wanita akan tetapi terus terang saja aku mendapatkan sensasi daripadanya.

manakala paha terentang sehingga pangkalnya menjadi terbuka lapang, lantas jemari membentuk “v” yang mana menguak kedua labia selebar-lebarnya, maka ahhhh… itil itu seperti berdiri tegak, merah berkilat, ukurannya melebihi biji kacang rebus, kira-kira sebesar ujung kelingking.

tente wiwi katakan mulanya dia malu dengan kelentit sebesar itu. apalagi teman-teman dekatnya yakni sesama cewek semasa remaja sering katakan dia sebagai “si itil bengkak”, akan tetapi lama-lama dia biasa saja bahkan bangga dengan itilnya yang gede karena tidak semua wanita punya biji sebesar itu!

disaat bercinta hampir klimaks aku boleh memanggilnya “itil gede sayang” atau “itil dahsyat”….

untuk rasakan bagaimana luar biasanya itil bengkak itu haruslah sepenuh perasaan. pertama-tama aku kulum lembut dengan ujung bibir, pelan sekali, tanpa sedotan tanpa jilatan. saat yang sama manakala terangsang lendir bening mengalir pelan dari liang di bawahnya, basahi bibir bawahku.

akan terasa alangkah mengganjalnya clitoris cantik itu dalam emutan bibir. langkah selanjutnya adalah menyapanya dengan ujung lidah tanpa digerak-gerakkan. itil akan teracung keras, memeknya semakin banjir, pangkal pahanya bunyi keletek-keletek.

manakala kelentit itu aku sosor dengan kuluman kuat atau jilatan, lantas menjepitnya dalam emutan bibir tapi harus dijaga jangan sampai kena gigi, kemudian ditarik dan diputar, maka pemiliknya akan lupa keadaan sekitar, menjerit sekeras-kerasnya, menjambaki rambutku!