h1

memangkumu didepan cermin, setubuhi dari belakang

Agustus 25, 2006

>>> lanjutan dari sebelumnya

aku telanjang. dari tadi. memangku tubuhmu oh tante indriku. kuseret kursi kedepan cermin. thong masih membalut pusat kewanitaanmu. bra hitam tipis masih terpasang kancingnya. aku tahu. aku tahu. aku tahu. kau ingin segera aku telanjangi. tapi tidak. aku ingin lebih lama mencumbumu. untuk bakar nafsumu. juga nafsuku.

kita sama-sama menghadap kecermin. kau tak mau terpejam. ingin melihat tayangan permainan kita berdua dikaca pantul.

kau selalu bergerak. ingin bikin pas liangmu agar tersentuh batangku. kau sibak tali thong dipantat. ada gesekan. kurasakan liangmu basah.

kau ingin membungkuk agar supaya lubangmu terangkat dengan begitu batangku tinggal mendongkrak siap menembus lubang vagina matangmu yang ketagihan pejantan.

tapi aku dengan lembut menahanmu. kuciumi punggungmu dan tengkukmu lalu telingamu. kubisikkan kerinduanku. kupujikan pesonamu sebagai wanita matang merangsang. kau sebut aku lelaki idaman para wanita matang yang sudah bosan onani dimalam sepi.

tanganku merabai payudaramu. mainkan putingmu. elus pijit tarik dengan lembut. remas lembut gumpalan susu. aku keluarkan bongkah kenyal dari bra. kulepas kancing bra. tapi aku tak mau menanggalkannya. kau semakin tak sabar. mendesah melenguh. bisikkan rindu betina yang tiga bulan tidak bersetubuh.

masih memangkumu kuangkat lenganmu. kususupkan wajahku untuk ciumi bulu ketiak yang indah itu. aku suka lebatnya. aku suka aromanya. kanan kiri bergantian ketiakmu kugarap. kau kegelian nikmat. kujilat basah kau menggelinjang. tanganku kian nakal memainkan susu dan putingmu.

kau makin tak sabar. makin terangsang. kau angkat kaki kiri lepaskan sebelah thong. lalu dalam pangkuanku masih hadap cermin kau kangkang. oh indahnya! memek matang merah basah dengan jembut lebat. pesona jawa! pesona betina pribumi dibakar birahi.

kubsikkan padamu aku ingin mengoral memekmu. nggak usah katamu.

“aku mau tante…” bisikku
“nggak usah sayang. aku udah nggak tahan…” katamu
“aku pengin rasain cairanmu. tadi belum puas…”
“nggak usah. uh kamu nakaaaallll…”
“aku kangen sama itilmu, pengin kulum…”
“nggak usahhhhhhhhhhhhh… ihhhh kamu kejam, sayang. aku sudah tak tahan…”

tanganku menggarap memekmu. membelai jembut kuyup. mengelus kelentit keras kencang. menyibak bibir kemaluan basah. jariku menyusup kedalam liang yang banjir cairan nafsu betina.

tanganmu memegangi tanganku. kau gunakan untuk masturbasi. pingulmu terangkat. aku terus menciumi ketiakmu yang berbulu. satu tangan lain memainkan susumu. kau semakin tak tahan.

“kontol jahaaaaatttttttttttttttttt! jangan pelit! memekku rindu! mana kontolmu! kontolllllllllllllllllllllll!” kau berteriak tertahan.

kau ambil inisiatif. angkat pinggul, berdiri, turunkan pinggul. aku memegangi batangku. tepat sasaran. langsung masuk begitu pinggulmu mendarat. pol. tanganmu menggarap itilmu sendiri agar rangsangan terus meningkat.

“ahhhhhhhhhhhhhhh ini yang namanya nikmat sayang. aku kangen kontol. kamu tahu kan aku suka kon-tol! konnnnnnnnnnnnnnnnnn… tollllllllllllllllllllll!”

kau terus bergerak liar. sesekali kontol tercabut karena gerakanmu karena liangmu terlalu licin oleh banjir lendirmu sendiri.

“aku mau nguras memekmu tante… boleh kan? pake mulut…”
“cepaatttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt. minum cairan memekku sayang. ayohhhhhhh. jilatin itilku. masukin lidahmu ke saluran memekku! ayo! memekku nggak tahan! makanlah memekku sayang. memekku! memekkkkkkkkkkk!!!!”

kau turun dari pangkuan. duduk kangkang di kursi. aku membungkuk didepanmu.

kulakukan apa yang aku ingin. apa yang kau ingin.

One comment

  1. tante memek mu ku habis kan ok



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: