h1

nyeri bercampur nikmat

September 8, 2006

aku bukan masochist. atau barangkali bibit kecil itu ada lantas tante melani mengembangkannya. ah entahlah. aku tak suka kesakitan. aku tak suka derita tubuh dan jiwa. tapi, ah… tante melani berikan pengalaman lain untukku. mulanya aku menderita tapi akhirnya bisa toleransi bahkan menikmati.

kali ini lain. bukan aku diminta ceboki mekinya sehabis pipis dengan jilatan. bukan itu. tante melani dalam gairah nafsunya yang kesetanan terus minum air putih. mulutku disumpal celana dalamnya yang basah berlendir. tanganku diminta ngocok pelan burungku.

lalu dia tarik tubuh telanjangku ke kamar mandi. bukan diajak mandi di shower tray berpagar kaca. di lantai kering itu aku direbahkan. celana dalam dia renggut dari mulutku. dia mengangkang di atas tubuhku.. rendahkan tubuh dengan tekuk lutut sedikit lalu currrr dia mengencingi tubuhku sambil tertawa-tawa ucapkan semua kata terlarang. setelah itu dia duduki wajahku agar aku mencoboki mekinya.

terbesit rasa cemas apakah dia gila karena foreplaynya kadang aneh tak terduga. ah entahlah. dalam pesing lengket di tubuh, beralaskan handuk di lantai, dia menyetubuhiku…

seperti biasa memakiku atau menyumpahi kemaluanku di saat orgasme demi orgasme dia raih.

aku agak menderita. tapi juga nikmat. bergairah tapi juga bingung dan kasihan. biasanya setelah badai berahi reda dia menjadi lembut, menangis tersedu minta maaf padaku, persilakan aku membalasnya dengan kekerasan dan penghinaan tapi tak pernah kulakukan karena aku sudah terlalu lelah pegal dan kehabisan nafsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: