h1

lelap dalam bulu ketiakmu

September 12, 2006

ya tante indri. aku memang menyukai bulu ketiakmu.

dalam penat setelah tiga kali bersetubuh sampai aku terperas habis, biarkan pagi gelap saat ayam berkokok ini aku benamkan wajahku dalam ketiakmu.

dalam hangat jembut ketiakmu aku ingin rehat sejenak, lelap dalam mimpi indah, kumpulkan tenaga. esok masih libur. aku tahu begitu bangun kau akan memperkosaku karena kau adalah pecandu persetubuhan pagi — tapi kalau kita bangun siang tetap saja kita lakukan bukan?

aku lelah. biarkan aku tidur. biarkan rontokan jembut kita bertebaran di sprei. jembutmu teramat lebat. takkan mungkin habis meskipun selalu rontok saat bersenggama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: