h1

jalan melingkar menuju puncak menara suar

September 14, 2006

senggamaku dan tante nie adalah berjalan berdua beriringan, melalui tangga putar pelilit menara.

tanpa buru-buru tanpa main serbu. semuanya berjalan sewajarnya.

ada kalanya berhenti untuk jeda, ambil napas baru, lihat sekeliling, bisikkan cerita, pujian dan kerinduan, kemudian mendaki lagi, dan berhenti lagi.

menjelang puncak suar tak perlu buru-buru meraih pusat cahaya. justru berhenti sejenak lihat ke bawah dan sekitar, menyapa camar beterbangan. lantas aku dan dia bersepakat menghitung langkah akhir untuk menggapai lampu di puncak suar. saling hitung, saling tunggu, dalam bisikan lembut.

lampu itu kami raih bersama, kami peluk, kami rasakan panasnya, sampai lampu meredup oleh peluh dari pori-pori kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: