h1

pelajaran dini kenali bagian tersembunyi lebih lanjut

September 22, 2006

main 69 sudah. tapi yang ini beda. di kamar bersih itu tante x di atas tubuhku yang masih perjaka, posisi 69. posisi di atas ranjang seperti diagonal agar supaya pantatnya yang putih bersih menghadap ke jendela hotel di tepi pantai itu sehingga aku mendapatkan pemandangan yang jelas ke arah kemaluannya.

aku sudah terlatih untuk tidak cepat netes. tante x terus mengulum dan menjilat burungku. sesekali mengelus dan mengocok pelan.

seperti yang dia minta aku tak langsung mengoralnya. aku menatap lekat, melihat dengan seksama kepada kemaluannya yang diterangi cahaya jendela. sebelumnya aku langsung nyosor memeknya, tapi kali itu tidak.

memang benar. jarak vagina dan anus itu sangat dekat sekali. tante katakan bahwasanya bidang sempit pendek antara dua lubang sangat peka terhadap rangsangan.

ah…. jadi ketika aku sebelumnya mengoral dan 69 itu hidungku tergesek oleh pintu belakang. ahhhh…tapi tante katakan sex yang sehat adalah yang bersih. buktinya aku tidak merasakan aroma aneh ketika itu. yang ada hanya aroma vagina.

tante terus memainkan batangku. aku terus mengamati pantat putih dengan kemaluan merah, jembut lembut lurus dan anus coklat muda kemerahan itu. tante sengaja menggerakkan otot sehingga dua lubang itu bergerak-gerak. ajaib sekali.

jariku tidak nakal, tidak memainkan kemaluan itu. seperti permintaan tante tanganku mengelus pantat dan pinggang dan punggungnya. ternyata dengan itu tante bisa terangsang dan aku sendiri akhirnya tambah terangsang.

perlahan namun pasti memek tante akhirnya membasah. berkilat. padahal aku tidak merabainya. bahkan akhirnya ada semacam agar-agar yang keluar. bening tidak bau. tapi anusnya tante tidak basah karena saluran itu memang bukan untuk titit.

akhirnya aku tak tahan. aku menjilati pintu vaginanya. tak lama kemudian aku ejakulasi. tidak terlalu muncrat kencang tapi nikmat sekali. tak sabar aku untuk melepas keperjakaanku, memasukkan batang ke dalam memek lalu muncrat di dalamnya, tapi tante bilang belum saatnya. siang itu aku ejakulasi dalam mulutnya, memberinya jamu awet muda. aku tetap perjaka, tapi semakin kenal sexnya wanita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: