Archive for the ‘Melani’ Category

h1

bercumbu @ bioskop twenty one

September 23, 2006

dengan segala anehnya tante melani memang menggairahkan. ada saja idenya. tanpa rencana sehabis lunch kami ke bioskop. apa filmnya tidak penting pokoknya tante ingin pacaran di tempat gelap dan rasain sensasi deg-degan kepergok.

di situlah aku tahu bahwa tante itu ada unsur exhibitionism. mulanya kami duduk di baris belakang agak tengah, maksud tante supaya terlihat oleh gadis2 penjaga twenty one. tentunya aku malu. tapi tante kadung horny, lepaskan kancing blouse hitam you can see. karena kulitnya tante itu putih maka dalam keremangan pastilah mbak-mbak penjaga twenty one melihat bahwa tante mulai hot. apalagi mini skirt tante mulai tersibak sehingga kaki dan paha putihnya yang terangkat itu tampak dalam kegelapan. kami sempat berciuman lama sebelum aku ajak pindah ke pojok karena malu.

tidak ada persetubuhan di bioskop karena tempat sempit padahal tante terlanjur bayangkan penetrasi selagi dipangku. untuk mengoralnya juga susah. tapi petting gila-gilaan bisa membuatnya orgasme. aku bisa ciumi susu dan ketiaknya. dia duduk mengangngkang angkat paha sehingga tanganku dan tangannya bisa bekerja sama memainkan kemaluannya…

tanpa melepas baju tapi cuma buka kancing, tante bisa melepas bra. tentunya aku bantu. celana dalam tante juga sudah dilepas sejak tadi sebelum masuk bioskop. tante melepasnya di toilet.

yang paling gila adalah ini. tante mengocokku terus-terusan. bunyi gelangnya sempat mengganggu tapi akhirnya dia lepaskan. ahhh aku sampai muncrat dalam bioskop! maniku membasahi kursi depan.

siang itu yang nonton dikit hanya belasan orang makanya kami leluasa. ketika film belum selesai kami pulang. mbak-mbak penjaga twenty one ngeliatin terus dan saling berbisik. mereka terbiasa melihat dalam gelap, pastilah tahu ada pasangan bercumbu.

tapi mereka tidak tahu ada bra dan thong sengaja ditinggalkan di kursi, menemani cipratan mani. thong itu dikeluarin tante dari tasnya waktu kami bercumbu untuk diciumi bergantian dan akhirnya buat lap spermaku.

tante puas bisa ngerjain wanita lain dalam hal ini penjaga twenty one padahal dia tidak ada masalah pribadi dengan mereka karena kenal pun tidak lah. tante butuh tunjukkan bahwa celana dalam dan bra yang ketinggalan itu memang milik seorang wanita yang bercumbu dengan kekasihnya, bukan milik pria yang onani sendirian dalam bioskop. aneh sekali bukan?

twenty one gajah mada plaza sudah tutup. tapi kalau kalian pernah dengar ditemukan celana dalam, bra dan ceceran sperma itu berarti dari kami.

h1

ketiak basah wanita

September 23, 2006

apakah daku seorang fetishist? kurasa bukan. aku masih dalam batas normal. hanya dan jika ketiak itu bersih berkilat milik wanita putih ramping cantik muda yang kusuka lagi pula baunya cocok maka aku suka.

semua tante di sini aku sukai bau ketiaknya terutama manakala sedang basah oleh peluh saat bercinta. aroma alami yang hmmmmm nikmat sekali, membuatku menyala-nyala saat menciumi dan menjilati sehingga akhirnya dik kecilku berdiri tegak gagak untuk beri hormat secara menyusup ke dalam liang basah yang rindu mendamba.

bau masing-masing tante berbeda-beda. dalam terpejam misalkan mereka dibariskan aku dapatkenali bau siapa saja. demikian pula bau payudara dan bau vaginanya.

kalau tante indri yang ketiaknya yang berjembut lebat lurus ahhh… aroma dan sensasinya memanglah amat luar biasa sekali! tapi melihat wanita lain yang ketiaknya rimbun maupun jembutnya lebat bisa saja aku pingsan karena ngeri dan jijik

h1

persetubuhan pagi hari

September 20, 2006

semua tante sama. jadikan pagi hari saat aku ereksi sebagai tambahan persetubuhan. dalam tergesa di hari kerja merekapun ingin persetubuhan kilat. morning quickie memang ajaib. wanita bisa orgasme secara cepat. mungkin karena otak betina segar setelah istirahat dan badan lelaki jadi bugar setelah tidur lagipula pagi hari itu yang namanya titit memang selalu ngaceng apa lagi kalau belum pipis.

h1

bolaku pegal ngilu

September 20, 2006

tante melani yang buas. bola baksoku ngilu, pegal, karena dia kulum habis-habisan. setelah sperma habis terperas yang tertinggal hanyalah rasa tak enak di pangkal paha, khususnya buah pelir. “aku gemes sama bolamu sayang,” katanya. oh nasib testis yang jatuh dalam nafsu betina jalang menggairahkan.

h1

dalam kantuk menjelang pagi

September 18, 2006

tangismu sudah reda. tak henti kau meminta maaf dan rela menerima balasan. kau jadi wanita lemah manja. tumpahkan gundah di dadaku. ceritakan masa kecil yang suram. kau lihat papamu menyetubuhi pembantu di gudang dekat dapur. kau lihat papamu menganiaya mamamu setiap kali bertengkar. tapi pernah kau pergoki mamamu sedang menyetubuhi bocah tanggung dari desa yang menjadi pesuruh toko keluarga. bocah yang menurutmu berkulit bersih bermata bening. sebaya denganmu. tak lama setelah menstruasi pertamamu kau intip mama dan bocah itu bersetubuh di kamar mandi setelah mereka saling mengencingi. cerita selengkapnya aku lupa karena aku sudah tertidur. tanpa sempat ejakulasi meski kau elus dan kulum.

h1

aku impoten!

September 15, 2006

aku impoten!

hilang nafsuku. dikulum dijepit tetap saja terkulai. diajak nonton dvd tetap saja tak beranjak bangun. nafsuku ada di otak danhati, bukan di selonjor daging penyemprot cairan.

aku telah tersinggung dan terhina. mood melayang. nafsu meredup. tante melani tak mau tahu. mencoba segala cara. nihil. hasilnya dia uring-uringan. mencoba menelepon gigolo dari daftar di koran, tapi aku tahu itu memanasiku karena dia tidak berniat begitu.

aku mau pulang tapi dia tahan. dalam sedih dan jengkel akhirnya aku bisa tidur. menjelang pagi kudengar suara tv penuh desah. tante melani menikmati tayangan dvd sambil memuaskan diri sendiri. barang yang lama dia simpan, dibeli di luar negeri, saat belum mengenal daku, akhirnya dia keluarkan lagi. etah dildo atau vibrator namanya. ada tiga macam. semua baterry operated. salah satunya bercabang dua, untuk masuk ke vagina sekaligus anus.

aku bangun siang. lalu mandi dan pamitan. dia berubah jadi melani yang manis, meminta maaf sambil menangis. tapi aku mau pulang. p-u-l-a-n-g.
belum sembuh luka hati. dia perlakukan aku sebagai pelacur dengan iming-iming duit segulung yang disumpalkan di mulut, lalu ada janji akan dibelikan handphone idaman asal kulakukan apa yang dia perintahkan tapi amat sangat mengerikan dan menjijikkan bagiku.

tak kulupakan ini: “kamu itu lonte lanang, gigolo, brondong bayaran, kontol sewaan, jualan sperma muncrat. harus nurutin mauku! h.a.r.u.s! tau!?”

dalam puncak gairahnya dia kadang amat aneh dan mengerikan.

h1

dera

September 15, 2006

gairahmu! kejalanganmu! oh tante melani. apakah ini semata dorongan berahi atau ditambah nafsu setani.

kau ikat tanganku dengan celan dalamku yang kau robek pakai gunting di susut ranjang. bagian berlendir celanamu kau oleskan ke bibirku lalu kau sumpalkan thong hitam itu. kau cabuti beberapa helai jembutku dengan gemas dan menahan sakit lalu kau minta tanganku yang tak terikat menjepit dengan jari.

“kamu jelek! kamu gigolo! kamu brondong! kontolmu payah!” katamu sambil memainkan zakarku.

“ayo tiruin anak bengal! kamu jelek, kamu gigolo, kamu brondong, kontolmu payah!” katamu sambil menduduki tubuhku, gunakan batang tegakku untuk mengonani vulvamu.

“aku bengal, aku jelek tante, aku gigolo, aku brondong, kontolku payah tante!” kuulangi berkali-kali. dikau semakin bernafsu gesekkan memekmu ke tititku tapi tidak sampai masuk. kurasakan memekmu membanjir.

akhirnya kau tak tahan. bles! batangku melesak ke dalam liangmu. kau bergerak cepat. maju. mundur. memutar. naik. turun. sambil mencakariku (tapi tak dalam). menjambakku (uh sungguhan). meludahiku dua kali di dadaku. hamburkan semua kata jorok. menyebutku sebagai lonte laki berkontol busuk.

bergerak terus bergerak dirimu. lalu datanglah puncakmu. kau tampar aku penuh kegemasan. lalu kau mencekikku sebentar meskipun tak sepenuh tenaga.

aku sakit. menderita. tak tahan. tak tahu apa yang terjadi. berharap badai segera reda.

ketika percumbuan usai dan batangku melemas tanpa bisa ejakulasi, kau berubah jadi wanita lemah. menangis meminta maaf untuk semua yang barusan kau lakukan. kau minta aku membalasmu, tapi aku tak mau. lagi pula nafsuku sudah layu.

nafsu liarmu dan kekerasanmu kadang membuatku bingung dan ngeri. oh tante melani.