Archive for the ‘Nie’ Category

h1

mati angin, mati nafsu, bukan impotensi karena masih bisa ereksi

September 24, 2006

sekarang aku tahu itu bukan impotensi. nafsu berahi habis, burung tak tagihkan kocokan. itu yang dulu kualami setelah hampir dua minggu diperam tante melani.

seminggu lebih atau mungkin malah hampir dua minggu aku seperti muak terhadap sex. bosan. tak ingin lihat dvd porno. tak mau buka adult websites. kalaupun ada yang tampak oleh mata di dunia maya maupun nyata itu hanyalah serapan akan keindahan.

sama seperti melihat banyak wanita berbikini di kolam renang dan pantai. indah tapi tidak merangsang. sama seperti melihat backless dress dengan v-neck dalam saat resepsi. sangat indah tapi tak menggerakkan titit untuk ereksi. semuanya hanya hamparan keindahan di tempat umum. hanya lelaki terkungkung dan jarang lihat wanita sexy yang nafsunya langsung bangkit lalu tititnya ngaceng pol…

saat itu, manakala mengalami mati nafsu, aku sempat takut kalau-kalau aku impoten dan tidak doyan sex lagi. semakin aku gelisah dan takut maka semakin menjadi kebigunganku. kupaksakan onani tidak bisa ereksi. tiada rasa nikmat, hanya beroleh kocokan batang lesu berdaging lunak. aku sempat sebal kepada burungku.

tengah malam dan pagi dalam tidur aku memang ngaceng tapi bukan karena mimpi erotis. ngaceng karena ngaceng tanpa alasan, tiada kehendak bersetubuh untuk menikmati wanita.

saat mana terbangun kucoba mengocok sambil bayangkan adegan erotis, ah tidak bisa. ada rasa tak nyaman. aku teringat semua tante yang pernah aku layani, bahwasanya ngaceng saat tidur itu memang bisa diajak bersetubuh atau tepatnya wanita menyetubuhi pria, tapi tiada kenikmatan.

aku memang bajingan. pernah berpura-pura nikmat padahal pikiranku entah kemana bahkan kadang ngantuk sementara tante ini dan itu menindihku dalam bersetubuh, mendaki menuju puncak tapi aku sendiri tak menyusul ke orgasme. persetubuhan berakhir tanpa ejakulasi mani padahal wanita butuh sensasi semburan sperma hangat, dengan itulah kepercayaan dirinya terjaga bahwasanya pesonanya belum padam dan masih dapat puaskan pria, utamanya pria yang lebih muda.

ketika pertama kualami mati nasfu itu aku gundah, tapi setelahnya aku bisa menerima karena hidup ini memang silih berganti, ada kalanya libido meninggi tak terbendung menuntut penuntasan liar tapi lain kali berahi redup.

ada kalanya sex dan persetubuhan bisa membosankan meskipun pasangan kita cantik sexy dengan nafsu meluap….

hikmah itu aku petik belakangan. adakah wanita dewasa yang lajang kesepian memahami itu semua, bahwa lelaki bukan hanya penis, ereksi dan ejakulasi?

h1

ketiak basah wanita

September 23, 2006

apakah daku seorang fetishist? kurasa bukan. aku masih dalam batas normal. hanya dan jika ketiak itu bersih berkilat milik wanita putih ramping cantik muda yang kusuka lagi pula baunya cocok maka aku suka.

semua tante di sini aku sukai bau ketiaknya terutama manakala sedang basah oleh peluh saat bercinta. aroma alami yang hmmmmm nikmat sekali, membuatku menyala-nyala saat menciumi dan menjilati sehingga akhirnya dik kecilku berdiri tegak gagak untuk beri hormat secara menyusup ke dalam liang basah yang rindu mendamba.

bau masing-masing tante berbeda-beda. dalam terpejam misalkan mereka dibariskan aku dapatkenali bau siapa saja. demikian pula bau payudara dan bau vaginanya.

kalau tante indri yang ketiaknya yang berjembut lebat lurus ahhh… aroma dan sensasinya memanglah amat luar biasa sekali! tapi melihat wanita lain yang ketiaknya rimbun maupun jembutnya lebat bisa saja aku pingsan karena ngeri dan jijik

h1

persetubuhan pagi hari

September 20, 2006

semua tante sama. jadikan pagi hari saat aku ereksi sebagai tambahan persetubuhan. dalam tergesa di hari kerja merekapun ingin persetubuhan kilat. morning quickie memang ajaib. wanita bisa orgasme secara cepat. mungkin karena otak betina segar setelah istirahat dan badan lelaki jadi bugar setelah tidur lagipula pagi hari itu yang namanya titit memang selalu ngaceng apa lagi kalau belum pipis.

h1

jerawat menjelang datang bulan

September 14, 2006

hmmmm jerawat di dagu itu. mengusik kebeningan wajah bersihmu. tapi aku tahu dan itu kau katakan, sebentar lagi tamu bulanan akan tiba. ah bukan bulanan katamu karena tak datang rutin sehingga menimbulkan penantian, tapi manakala sudah menjelang ah… kau jadi manja uring-uringan dan… horny sekali!

di kamar serba putih kita bercinta lembut. tiga kali sampai aku terperas habis, dari malam sampai pagi.

siangnya kau dapatkan tamu. lega, katamu. bulan depan belum tentu dapat, katamu.  tapi yang penting gairah selalu ada, kataku. auhhh kau menggigitku. entah kenapa aku senang sekali meskipun sakit dan gigitan itu tinggalkan jejak gigi di dada.

tante nie, aku takut pada diriku, ada hatiku. apakah aku sudah mencintaimu…?

h1

jalan melingkar menuju puncak menara suar

September 14, 2006

senggamaku dan tante nie adalah berjalan berdua beriringan, melalui tangga putar pelilit menara.

tanpa buru-buru tanpa main serbu. semuanya berjalan sewajarnya.

ada kalanya berhenti untuk jeda, ambil napas baru, lihat sekeliling, bisikkan cerita, pujian dan kerinduan, kemudian mendaki lagi, dan berhenti lagi.

menjelang puncak suar tak perlu buru-buru meraih pusat cahaya. justru berhenti sejenak lihat ke bawah dan sekitar, menyapa camar beterbangan. lantas aku dan dia bersepakat menghitung langkah akhir untuk menggapai lampu di puncak suar. saling hitung, saling tunggu, dalam bisikan lembut.

lampu itu kami raih bersama, kami peluk, kami rasakan panasnya, sampai lampu meredup oleh peluh dari pori-pori kami.

h1

jadi bayi

September 13, 2006

kamar putih. seprei putih. lingerie putih. kulit putih. dalam telanjang aku kau dekap. kau biarkan aku menyusu pelan putingmu yang merah. kau membelai rambutku. tanganmu menangkup burungku. hangat terasa. tanpa ereksi aku sudah merasakan kenikmatan. aku antara ingin dan tak ingin bersetubuh. tapi kau oleskan ujung jari tengahmu ke hidungku. jari basah oleh agar-agar sedap yang keluar dari liang perempuan merindukan senggama. dalam kelembutanmu ada kenakalan: kau taruh sehelai jembutmu di pipiku. oh tante nie!

h1

getar kejang gelinjang pertama

September 13, 2006

takkan kulupakan ini oh tante nie. saat mana aku kali pertama mencumbumu dalam ketelanjangan. kau rebah di sofa panjang, aku berlutut di samping. menciumi kakimu dan pahamu dengan lembut.

kau kegelian sekaligus malu, tubuhmu jadi kaku seperti kejang. telapak kirimu menutupi kemaluan, tangan satunya mencoba menutupi payudara. aku tak memaksa. pelan bertahap mengikuti kesiapanmu.

tapi tubuhmu tak dapat menipu kita. pori-porimu melebar. otot pinggulmu berkeletakan tanda terangsang. kakimu yang rapat kaku akhirnya lebih relax meskipun tak mengurai.

kuciumi pusarmu kau kegelian, menggelinjang, tangan kirimu lepaskan dari payudara. dua bukit mungil kencang itu mengeras putingnya. dengan hidung kugesek puting itu bergantian. makin mengeras lalu aku kecup lembut.

sambil mencumbu lembut payudaramu tanpa basah lidah tanganku menggerakkan telapak kirimu yang menutupi segitiga di bawah pusar. pelan kugeser-geser. memutar-mutar lembut. bunyi keletek otot pinggul makin keras. jariku menyusup ke jemarimu. sedikit dan sebentar kurasakan bulu-bulu kemaluanmu.

tanganku melepaskan diri dari tuntunan. telapakmu terus bergerak pelan, bergeser-geser di atas permukaan kemaluan. pahamu mulai terentang sedikit. lututmu juga terangkat sedikit.

tanganmu kutahan diam. telapakmu tak rapatkan jari lagi tapi masih menutupi kewanitaanmu. kuciumi jemari dan punggung telapakmu. hidungku menggesek helai jembutmu yang menerobos keluar jemari. tercium olehku aroma lendir bening wanita dewasa yang sudah menagih.

tubuhmu tak lagi kaku. kakimu mulai terurai. tapi aku cukup sabar. hanya bermain-main dengan jarimu yang menutupi meki cantik. kau mendesah. jemarimu makin merenggang. kau ingin aku menciumi bibir memek dan itilmu kan, tante sayang? tapi tak kau katakan. bahasa tubuhmu yang menyatakan….

akhirnya kau angkat telapakmu dari penutupan memek. wow! terbuka sudah.

belum sempat aku berlama-lama menikmati pemandangan untuk mempelajari lebih jauh kau sudah meraih kepalaku, tempelkan mukaku ke pangkal pahamu. aku senang, kau jujur terhadap naluri kebetinaanmu. wanita normal dimanapun selalu ingin dioral…